bahasa Indonesia » bahasa Denmark   Imperatif 2


90 [sembilan puluh]

Imperatif 2

-

90 [halvfems]

Imperativ 2

90 [sembilan puluh]

Imperatif 2

-

90 [halvfems]

Imperativ 2

Klik untuk melihat teks:   
bahasa Indonesiadansk
Bercukurlah kamu! Ba---- d--!
Mandilah! Va-- d--!
Sisirlah rambutmu! Re- d-- h--!
   
Telepon! Silakan menelepon! Ri--!
Mulai! Mulailah! Be----!
Hentikan! Hentikanlah! Ho-- o-!
   
Tinggalkan! Tinggalkanlah! La- v---!
Katakan ini! Katakanlah! Si- d--!
Beli ini! Belilah! Kø- d--!
   
Jangan pernah tidak jujur! Væ- a----- u-----!
Jangan pernah kurang ajar! Væ- a----- f---!
Jangan pernah tidak sopan! Væ- a----- u------!
   
Jujurlah selalu! Væ- a---- æ----!
Bersikaplah selalu baik! Væ- a---- r--!
Bersikaplah selalu sopan! Væ- a---- h-----!
   
Pulang dengan selamat. Ko- g--- h---!
Berhati-hatilah! Pa- g--- p- d-- s---!
Kunjungi kami lagi kapan-kapan! Be--- o- s---- i---!
   

Bayi bisa belajar aturan tata bahasa

Anak-anak tumbuh dengan sangat cepat. Dan mereka juga belajar dengan sangat cepat! Belum diteliti bagaimana anak-anak belajar. Proses Belajar berlangsung secara otomatis. Anak-anak tidak menyadari ketika mereka belajar. Meskipun demikian, setiap hari mereka mampu melakukan lebih banyak hal. Hal tersebut juga terlihat jelas dalam bahasa. Bayi hanya bisa menangis dalam beberapa bulan pertama. Dengan beberapa bulan lagi mereka bisa mengatakan kata-kata pendek. Kemudian kalimat dibuat dari kata-kata. Akhirnya anak-anak berbicara bahasa asli mereka. Sayangnya, itu tidak berlaku untuk orang dewasa. Prang dewasa membutuhkan buku atau bahan lain untuk belajar.

Hanya dengan cara ini mereka dapat mempelajari aturan tata bahasa, misalnya. Di sisi lain, bayi belajar tata bahasa mulai usia empat bulan! Peneliti mengajarkan bayi-bayi Jerman aturan tata bahasa asing. Untuk melakukan hal ini, mereka memperdengarkan kalimat-kalimat dalam bahasa Italia dengan keras kepada para bayi. Kalimat-kalimat tersebut mengandung struktur sintaksis tertentu. Bayi-bayi mendengarkan kalimat yang benar selama sekitar lima belas menit. Setelah itu, kalimat-kalimat diperdengarkan lagi kepada mereka. Namun kali ini ada beberapa kalimat yang salah. Sementara bayi mendengarkan kalimat, gelombang otak mereka diukur. Dengan cara ini para peneliti bisa mengidentifikasi bagaimana otak bereaksi terhadap kalimat. Dan bayi menunjukkan berbagai tingkat aktivitas otak terhadap kalimat! Meskipun mereka baru saja mempelajarinya, mereka mengenali kesalahan. Secara alami, bayi tidak mengerti mengapa beberapa kalimat salah. Mereka hanya menyesuaikan diri mereka terhadap pola fonetik. Tetapi itu cukup untuk belajar bahasa – setidaknya untuk bayi...
Tebak _______nya!
_______ Portugis Brasil termasuk di antara _______-_______ Romawi. _______ ini terbentuk dari _______ Portugis Eropa. _______ ini telah lama menyebar hingga sejauh Amerika Selatan melalui politik kolonial Portugal. Saat ini, Brasil adalah negara ber_______ Portugis terbesar di dunia. Sekitar 190 juta orang menggunakan _______ Portugis Brasil sebagai _______ asli mereka. _______ ini juga memiliki pengaruh besar di negara-negara Amerika Selatan lainnya. Bahkan ada _______ hibrida yang memiliki kata dalam _______ Portugis dan Spanyol.

Sebelumnya, Brasil cenderung menggunakan _______ Portugis Eropa. Dimulai pada tahun 1930-an, sebuah kesadaran baru muncul dalam kebudayaan Brasil. Orang Brasil bangga akan _______ mereka dan ingin menonjolkan kekhasannya. Meskipun begitu, berulang kali ada beberapa upaya untuk mempertahankan kedua _______ bersama. Sebagai contohnya, sebuah kesepakatan tentang kesamaan ortografi telah dibuat sejak saat itu. Saat ini perbedaan terbesar antara kedua bentuk _______ ini ada dalam pengucapannya. Kosakata _______ Portugis Brasil juga berisi beberapa istilah "India" yang tidak ada dalam _______ Portugis Eropa. Temukan _______ yang menarik ini - ini adalah salah satu _______ paling penting di dunia!