Buku frase

id Di Restoran 2   »   da På restaurant 2

30 [tiga puluh]

Di Restoran 2

Di Restoran 2

30 [tredive]

På restaurant 2

Pilih bagaimana Anda ingin melihat terjemahannya:   
Indonesia Denmark Bermain Selengkapnya
Tolong sari buah apelnya. En æ--------- t--. En æblejuice, tak. 0
Tolong limunnya. En s-------- t--. En sodavand, tak. 0
Tolong sari buah tomatnya. Et g--- t---------- t--. Et glas tomatjuice, tak. 0
Saya ingin segelas anggur merah. Je- v-- g---- h--- e- g--- r-----. Jeg vil gerne have et glas rødvin. 0
Saya ingin segelas anggur putih. Je- v-- g---- h--- e- g--- h------. Jeg vil gerne have et glas hvidvin. 0
Saya ingin sebotol anggur bersoda. Je- v-- g---- h--- e- f----- c--------. Jeg vil gerne have en flaske champagne. 0
Kamu suka ikan? Ka- d- l--- f---? Kan du lide fisk? 0
Kamu suka daging sapi? Ka- d- l--- o------? Kan du lide oksekød? 0
Kamu suka daging babi? Ka- d- l--- s-------? Kan du lide svinekød? 0
Saya ingin sesuatu tanpa daging. Je- v-- g---- h--- n---- u--- k--. Jeg vil gerne have noget uden kød. 0
Saya ingin sepiring sayuran. Je- v-- g---- h--- e- t-------- g---------. Jeg vil gerne have en tallerken grøntsager. 0
Saya ingin sesuatu yang dimasak tidak terlalu lama. Je- v-- g---- h--- n----- d-- i--- t---- s- l--- t--. Jeg vil gerne have noget, der ikke tager så lang tid. 0
Anda ingin makan itu dengan nasi? Vi- d- h--- r-- t--? Vil du have ris til? 0
Anda ingin makan itu dengan mie? Vi- d- h--- s-------- t--? Vil du have spaghetti til? 0
Anda ingin makan itu dengan kentang? Vi- d- h--- k-------- t--? Vil du have kartofler til? 0
Saya tidak suka rasanya. Je- s---- i--- d-- s----- g---. Jeg synes ikke det smager godt. 0
Makanannya dingin. Ma--- e- k---. Maden er kold. 0
Saya tidak memesannya. De- h-- j-- i--- b------. Det har jeg ikke bestilt. 0

Bahasa dan iklan

Iklan merupakan bentuk khusus dari komunikasi. Iklan ingin menjalin kontak antara produsen dan konsumen. Seperti setiap jenis komunikasi, iklan juga memiliki sejarah yang panjang. Politisi atau kedai telah diiklankan sejak zaman dahulu. Bahasa iklan menggunakan unsur retorika khusus. Karena memiliki tujuan, maka iklan merupakan sebuah bentuk komunikasi terencana. Kita sebagai konsumen harus dibuat sadar; dan minat kita harus dibangkitkan. Namun yang paling penting adalah kita perlu menginginkan produk yang diiklankan dan membelinya. Sebagai hasilnya, bahasa iklan biasanya sangat sederhana. Hanya beberapa kata dan slogan-slogan sederhana yang digunakan. Dengan cara ini memori kita dapat mempertahankannya dengan baik. Beberapa jenis kata seperti kata sifat dan superlatif biasa digunakan. Mereka menggambarkan produk sebagai produk yang sangat bermanfaat. Akibatnya, bahasa iklan biasanya sangat positif. Menariknya, bahasa iklan selalu dipengaruhi oleh budaya. Artinya, bahasa iklan memberitahu kita banyak tentang masyarakatnya. Saat ini, istilah seperti ‘kecantikan’ dan ‘muda’ mendominasi di banyak negara. Kata-kata ‘masa depan’ dan ‘keamanan’ juga sering muncul. Khususnya di masyarakat Barat, bahasa Inggris sangat populer. Bahasa Inggris dianggap modern dan internasional. Sehingga berfungsi dengan baik untuk produk-produk teknis. Unsur dari bahasa Romawi menggambarkan kesenangan dan gairah. Bahasa ini populer digunakan untuk makanan atau kosmetik. Mereka yang menggunakan dialek ingin menekankan nilai-nilai seperti tanah air dan tradisi. Nama produk sering termasuk neologisme, atau kata-kata yang baru dibuat. Kata-kata ini biasanya tidak memiliki arti, hanya terdengar menyenangkan. Tetapi beberapa nama produk benar-benar dapat memnciptakan pekerjaan! Nama sebuah vacuum cleaner bahkan telah menjadi kata kerja – yaitu to hoover (membersihkan dengan vacuum cleaner)!
Tahukah kamu?
Bahasa Belanda adalah anggota dari rumpun bahasa Jermanik Barat. Itu berarti bahwa bahasa ini memiliki kaitan dengan bahasa Jerman dan Inggris. Bahasa Belanda adalah bahasa asli dari sekitar 25 juta orang. Mayoritas orang-orang ini tinggal di Belanda dan Belgia. Bahasa Belanda juga digunakan di Indonesia dan Suriname. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa negara Belanda pernah menjadi negara penjajah. Akibatnya, bahasa Belanda juga menjadi dasar bagi beberapa bahasa Creole. Bahkan bahasa Afrikaan yang diucapkan di Afrika Selatan, juga berasal dari bahasa Belanda. Bahasa Belanda adalah anggota termuda dari rumpun bahasa Jermanik. Namun Bahasa Belanda cukup berbeda karena bahasa ini mengandung banyak kata dari bahasa lain. Dulu, bahasa Perancis memiliki pengaruh yang sangat besar pada bahasa ini. Kata-kata bahasa Jerman juga sering diadopsi. Semakin banyak istilah bahasa Inggris juga telah dimasukkan ke dalam bahasa Belanda selama beberapa abad terakhir. Akibatnya, beberapa orang takut bahasa Belanda akan benar-benar hilang di masa yang akan datang.